Anda memotret produk dengan ponsel, menyeretnya ke formulir unggah, dan muncul peringatan bahwa berkasnya melebihi batas. Atau sebaliknya: Anda mengirim tangkapan layar berisi tabel harga ke rekan kerja, dan angkanya berubah jadi buram dengan bercak abu-abu di sekeliling huruf. Dua masalah ini kelihatan berbeda, padahal akarnya sama, yaitu format gambar yang tidak cocok dengan isinya.
Kabar baiknya, aturan mainnya cuma segelintir dan bisa dihafal sekali seumur hidup. Setelah itu, sisanya tinggal soal ukuran, dan untuk itu Anda bisa mengecilkan ukuran berkas gambar langsung di browser tanpa memasang aplikasi apa pun. Mari kita bedah kapan JPEG, PNG, dan WebP masing-masing menang.
Kenapa salah pilih format langsung terlihat
JPEG membuang detail yang menurut perhitungannya tidak akan disadari mata manusia. Asumsi itu sangat akurat untuk foto, yang penuh gradasi lembut dan tekstur tidak beraturan. Asumsi yang sama runtuh pada tangkapan layar: huruf hitam di atas latar putih adalah batas tajam persis pada jenis detail yang dibuang JPEG. Hasilnya bayangan tipis di sekitar teks, yang biasa disebut artefak, dan gambar itu terasa kotor walau ukurannya kecil.
Kebalikannya sama merugikannya. PNG menyimpan setiap piksel apa adanya. Pada tangkapan layar dengan warna terbatas, hasilnya kecil dan tajam. Pada foto liburan dengan jutaan warna berbeda, PNG tidak punya pola untuk dipadatkan, dan berkas yang seharusnya 400 KB bisa membengkak menjadi beberapa megabita tanpa keuntungan visual apa pun yang terlihat di layar.
Kekuatan asli setiap format
JPEG: dibuat untuk foto
JPEG bersifat lossy, artinya sebagian informasi memang sengaja dibuang dan tidak bisa dikembalikan. Untuk gambar hasil kamera, ini pertukaran yang sangat menguntungkan: ukuran turun drastis sementara mata sulit membedakannya dari aslinya. JPEG juga diterima praktis di mana saja, dari mesin cetak sampai formulir pendaftaran yang paling tua. Kelemahannya: tidak mendukung transparansi, dan setiap kali Anda menyimpan ulang berkas yang sama, kualitasnya turun sedikit lagi karena kerusakan menumpuk.
PNG: garis tajam dan latar tembus pandang
PNG bersifat lossless: apa yang masuk persis sama dengan apa yang keluar. Ini pilihan yang benar untuk tangkapan layar, logo, ikon, diagram, teks, dan apa pun yang punya bidang warna rata dengan tepi tegas. PNG juga satu-satunya dari pasangan klasik ini yang mendukung transparansi sungguhan dengan tepi halus, sehingga logo bisa diletakkan di atas latar warna apa pun. Harganya adalah ukuran berkas, dan itu terasa sekali begitu isinya berupa foto.
WebP: satu format untuk keduanya
WebP bisa bekerja dalam dua mode, lossy seperti JPEG atau lossless seperti PNG, dan mendukung transparansi serta animasi. Pada kualitas yang terlihat setara, berkas WebP umumnya sekitar 25 sampai 35 persen lebih kecil daripada JPEG, dan penghematan pada grafik bergaya PNG sering lebih besar lagi. Untuk gambar yang tampil di situs web, WebP hampir selalu pilihan paling masuk akal saat ini.
Transparansi dan animasi langsung memutuskan pilihan
Kalau gambar Anda butuh latar tembus pandang, JPEG langsung gugur, tanpa perlu pertimbangan lain. Pilihannya tinggal PNG atau WebP. Kalau gambar itu berupa logo yang akan dipakai orang lain di materi mereka sendiri, PNG masih pilihan paling aman karena tidak ada perangkat lunak yang bingung menanganinya.
Untuk gerakan pendek tanpa suara, WebP animasi jauh lebih ringan daripada GIF dan warnanya tidak dibatasi 256 seperti GIF. Tapi untuk klip yang lebih panjang, berkas video tetap jauh lebih efisien daripada format gambar apa pun.
Apa sebenarnya arti "kualitas 80"
Angka kualitas pada penyimpan JPEG dan WebP bukan persentase kemiripan dengan aslinya, dan bukan pula satuan baku antarprogram. Ia sekadar tuas yang mengatur seberapa agresif detail dibuang. Kualitas 80 di satu aplikasi bisa menghasilkan berkas yang berbeda dari kualitas 80 di aplikasi lain.
Yang berlaku umum adalah bentuk kurvanya. Turun dari 100 ke sekitar 80 memangkas ukuran secara dramatis dengan perbedaan yang nyaris tidak terlihat. Antara 80 dan 60, ukurannya masih menyusut tetapi kerusakan mulai kelihatan pada langit, kulit, dan area warna rata. Di bawah 50, hampir semua orang bisa menunjuk apa yang salah. Karena itu rentang 75 sampai 85 jadi titik awal yang bagus untuk foto, sementara grafik dengan teks sebaiknya tidak masuk jalur lossy sama sekali.
Satu kebiasaan yang menyelamatkan banyak orang: simpan versi asli. Selalu kompres dari berkas sumber, bukan dari hasil kompresi sebelumnya, supaya kerusakan tidak bertumpuk lapis demi lapis.
Dukungan nyata di browser dan aplikasi
Semua peramban arus utama yang masih mendapat pembaruan menampilkan WebP tanpa masalah, begitu pula sistem operasi ponsel modern. Tempat WebP masih bisa merepotkan adalah di luar peramban: sebagian aplikasi desktop lama, alat penyunting internal perusahaan, mesin cetak, dan formulir unggah yang hanya menyebut JPG atau PNG dalam daftar tipe yang diterima.
Aturan praktisnya sederhana. Untuk gambar yang akan tampil di situs atau aplikasi Anda sendiri, pakai WebP. Untuk berkas yang akan Anda serahkan ke sistem orang lain, terutama unggahan dokumen resmi, kirim JPEG atau PNG kecuali halamannya jelas-jelas menyebutkan WebP.
Memenuhi batas ukuran unggah tanpa penurunan yang terlihat
Batas seperti 1 MB atau 2 MB adalah masalah paling umum, dan hampir selalu bisa dipenuhi tanpa mengorbankan ketajaman. Urutan yang paling efektif:
- Kecilkan dimensinya lebih dulu. Foto 4000 piksel yang akan ditampilkan selebar 1200 piksel membawa data yang tidak akan pernah dilihat siapa pun. Ini langkah dengan hasil terbesar dan paling tidak terasa.
- Pilih format yang benar. Foto ke JPEG atau WebP, tangkapan layar dan logo ke PNG atau WebP lossless.
- Baru turunkan kualitasnya. Coba sekitar 80, lihat hasilnya pada ukuran tampil sebenarnya, bukan pada zoom 300 persen.
- Potong bagian yang tidak perlu. Memangkas ruang kosong di sekitar objek utama mengurangi ukuran sekaligus memperbaiki komposisi.
Kalau Anda sering melakukannya, terutama untuk katalog atau berkas lamaran, langkah-langkah tersebut dan beberapa jebakannya dirangkum dalam panduan tentang cara memperkecil gambar tanpa kehilangan kualitas yang terlihat.
Format yang tepat untuk foto profil
Foto profil hampir selalu berupa foto wajah, jadi JPEG atau WebP adalah jawabannya, bukan PNG. Ukurannya pun kecil, umumnya cukup sekitar 400 sampai 800 piksel per sisi, karena akan ditampilkan sebagai lingkaran mungil di sudut layar. Pastikan bagian penting wajah berada di tengah supaya tidak terpotong saat sistem memotongnya menjadi bulat.
Pengecualian pentingnya adalah avatar berupa inisial, ikon, atau logo dengan latar tembus pandang. Bentuk seperti itu justru harus PNG atau WebP lossless supaya tepinya tetap tajam. Kalau Anda belum punya gambar yang pas, Anda bisa membuat foto profil sederhana langsung dari peramban lalu tinggal menyesuaikan ukurannya; prosesnya juga dibahas dalam catatan tentang cara membuat foto profil online secara gratis.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah mengubah PNG menjadi JPEG mengembalikan kualitas yang hilang?
Tidak. Konversi hanya mengubah cara penyimpanan. Kalau gambar sumbernya sudah berupa JPEG yang rusak, menyimpannya sebagai PNG hanya membuat berkasnya lebih besar tanpa memperbaiki apa pun.
Apakah WebP mengurangi kualitas dibanding JPEG?
Pada pengaturan yang setara, WebP umumnya menghasilkan berkas lebih kecil dengan kualitas visual yang sama atau sedikit lebih baik. Perbedaan besar biasanya datang dari angka kualitas yang dipilih, bukan dari formatnya sendiri.
Kenapa tangkapan layar saya jadi buram setelah dikirim?
Banyak aplikasi pesan mengompres gambar sebagai JPEG secara otomatis. Untuk teks yang harus tetap terbaca, kirim sebagai berkas atau dokumen, bukan sebagai gambar biasa.
Format mana yang paling baik untuk dicetak?
Pakai berkas dengan resolusi tinggi dan kompresi seminimal mungkin, biasanya JPEG kualitas tinggi atau PNG. Percetakan jarang meminta WebP, jadi tanyakan dulu sebelum mengirim.
Apakah nama berkas berakhiran .jpg dan .jpeg berbeda?
Tidak, isinya identik. Perbedaan itu hanya sisa dari sistem lama yang membatasi akhiran nama berkas menjadi tiga huruf.
Hafalkan pembagiannya sekali saja: foto ke JPEG, tampilan layar dan transparansi ke PNG, WebP kalau tujuannya web dan Anda ingin berkas paling ringan. Sisanya soal ukuran, dan Anda bisa mengompres gambar sampai memenuhi batas unggah dalam hitungan detik sebelum menekan tombol kirim.